Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Di Puskesmas Beringin Raya
Riska Oktalina
https://doi.org/10.56014/jphi.v12i2.424
Kata Kunci
Level of Education Knowledge Medication Adherence Tuberculosis Tingkat Pendidikan Pengetahuan Kepatuhan Minum Obat TuberkulosisAbstrak
Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian nomor 13 di dunia. Di Indonesia menjadi negara dengan urutan kedua penderita TBC terbanyak di dunia setelah India, diikuti oleh China, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh dan Republik Demokratik Kongo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat Pendidikan dan pengetahuan terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien TB. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan perhitungan rumus lemeshlow dengan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini tingkat Pendidikan didapatkan sebagian besar pasien yang berpendidikan SLTA terdapat 41 (64,1%) pasien yang patuh dalam melakukan minum OAT, dibandingkan dengan tingkat Pendidikan tidak tamat SD, SD, SLTP, Perguruan tinggi. Berdasarkan analisis uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,602. Hasil penelitian pada pengetahuan terhadap kepatuhan minum OAT pada pasien TB didapatkan bahwa sebagian besar pasien yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 47 (92,2%) pasien patuh dalam melakukan minum OAT, dan terdapat 4 (7,8%) pasien yang pengetahuannya baik namun tidak patuh minum OAT sedangkan terdapat 9 (23,3%) pasien yang pengetahuannya kurang patuh minum OAT dan terdapat 33 (78,6%) pasien yang pengetahuan kurang tidak patuh dalam melakukan minum OAT. Berdasarkan analisis uji chi-square didapatkan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien TB dan tidak ada hubungan tingkat Pendidikan terhadap kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien TB





