Investigasi Kejadian Luar Biasa Hepatitis A di Pondok Pesantren X, Jawa Tengah, Indonesia

Bayu Satria Wiratama, Yusrizal, Tutik Inayah Susilaningsih, Akhmad Mukhibin

https://doi.org/10.56014/jphi.v13i1.477

Penulis

  • Bayu Satria Wiratama Department of Biostatistics, Epidemiology, and Population Health, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Yusrizal Yusrizal Field Epidemiology Training Program Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Tutik Inayah Susilaningsih Field Epidemiology Training Program Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Akhmad Mukhibin Kebumen District Health Office, Central Java, Indonesia

Kata Kunci

Hepatitis a Outbreak, Islamic Boarding School, Risk Factors, Water Contamination, Hand Hygiene Kejadian Luar Biasa Hepatitis, Pondok Pesantren, Faktor Risiko, Kontaminasi Air, Kebersihan Tangan

Abstrak

Tujuan Penelitian: Untuk menggambarkan karakteristik epidemiologis, mengidentifikasi faktor risiko, dan merekomendasikan langkah pengendalian terhadap kejadian luar biasa (KLB) hepatitis A di Pondok Pesantren X, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia pada tahun 2022.

Metodologi: Penelitian deskriptif dan studi kasus-kontrol dilakukan pada 12 Februari hingga 17 Maret 2022 terhadap 1.319 santri. Kasus didefinisikan sebagai santri yang mengalami gejala seperti demam, kelelahan, mual, muntah, sakit kepala, penurunan nafsu makan, nyeri perut, diare, nyeri sendi, dan ikterus. Konfirmasi laboratorium dilakukan melalui pemeriksaan IgM anti-HAV. Studi kasus-kontrol (rasio 1:2) dengan 39 kasus dan 77 kontrol dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur untuk menilai karakteristik demografis dan faktor risiko perilaku. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dilakukan. Hasil: Sebanyak 212 santri mengalami gejala (attack rate 16,1%), dengan 45 kasus terkonfirmasi laboratorium. Attack rate tertinggi terjadi pada perempuan (17,5%) dan santri berusia kurang dari 15 tahun (50,5%). Empat faktor risiko perilaku menunjukkan hubungan yang signifikan: tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan (OR=3,26; 95% CI=1,415–7,541), menggunakan peralatan makan bersama dalam satu wadah (OR=3,94; 95% CI=1,749–8,889), berbagi atau meminjam peralatan makan (OR=2,96; 95% CI=1,324–6,648), serta kebiasaan jajan (OR=3,08; 95% CI=1,293–7,350). Sampel air dari sumur umum dan air minum kantin terdeteksi terkontaminasi Escherichia coli. Kurva epidemi menunjukkan pola common source.

Kesimpulan: KLB hepatitis A terkonfirmasi melalui investigasi epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium, dengan sumber air yang terkontaminasi serta praktik kebersihan tangan yang buruk sebagai jalur penularan utama. Penerapan pengolahan air, edukasi kesehatan, dan peningkatan fasilitas sanitasi merupakan langkah pengendalian penting untuk mencegah kejadian serupa di lingkungan komunal.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-03-08

Cara Mengutip

Wiratama, B. S., Yusrizal, Y., Susilaningsih, T. I., & Mukhibin, A. (2026). Investigasi Kejadian Luar Biasa Hepatitis A di Pondok Pesantren X, Jawa Tengah, Indonesia: Bayu Satria Wiratama, Yusrizal, Tutik Inayah Susilaningsih, Akhmad Mukhibin. Jurnal Persada Husada Indonesia, 13(1), 9–21. https://doi.org/10.56014/jphi.v13i1.477