Pengaruh Aromaterapi Peppermint terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester Pertama: Studi One-Group Pretest–Posttest
https://doi.org/10.56014/jphi.v13i3.509
Kata Kunci
Peppermint Aromatherapy Emesis Gravidarum First-Trimester Pregnancy Non-Pharmacological Alternative Antenatal Care Aromaterapi Peppermint Emesis Gravidarum Kehamilan Trimester Pertama Alternatif NonfarmakologisAbstrak
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan tingkat keparahan emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada ibu hamil trimester pertama di wilayah kerja Puskesmas Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sebanyak 20 partisipan dengan data berpasangan yang lengkap dianalisis. Tingkat keparahan emesis gravidarum diukur menggunakan kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24) sebelum dan sesudah intervensi berupa inhalasi dua hingga tiga tetes minyak esensial peppermint yang diberikan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test setelah asumsi normalitas terpenuhi. Hasil: Rata-rata skor PUQE-24 menurun dari 9,50 (SD = 1,235) sebelum intervensi menjadi 3,30 (SD = 1,128) setelah intervensi, dengan rata-rata penurunan sebesar 6,20 poin (p < 0,001). Kesimpulan: Pada penelitian kecil tanpa kelompok kontrol ini, aromaterapi peppermint inhalasi berhubungan dengan penurunan yang signifikan pada skor emesis gravidarum. Temuan ini memberikan bukti awal yang mendukung penggunaan aromaterapi peppermint sebagai pendekatan komplementer, namun penelitian terkontrol serta pemantauan berkelanjutan terhadap keamanan ibu masih diperlukan sebelum intervensi ini dapat diterapkan secara rutin.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 STIKES Persada Husada Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





