Pengaruh Aromaterapi Peppermint terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester Pertama: Studi One-Group Pretest–Posttest

https://doi.org/10.56014/jphi.v13i3.509

Penulis

  • Deka Nona Novita Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Asep Kuswandi Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Tetik Nurhayati Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
  • Dewi Ariyanti Program Studi Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia

Kata Kunci

Peppermint Aromatherapy Emesis Gravidarum First-Trimester Pregnancy Non-Pharmacological Alternative Antenatal Care Aromaterapi Peppermint Emesis Gravidarum Kehamilan Trimester Pertama Alternatif Nonfarmakologis

Abstrak

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan tingkat keparahan emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi peppermint inhalasi pada ibu hamil trimester pertama di wilayah kerja Puskesmas Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sebanyak 20 partisipan dengan data berpasangan yang lengkap dianalisis. Tingkat keparahan emesis gravidarum diukur menggunakan kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24) sebelum dan sesudah intervensi berupa inhalasi dua hingga tiga tetes minyak esensial peppermint yang diberikan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test setelah asumsi normalitas terpenuhi. Hasil: Rata-rata skor PUQE-24 menurun dari 9,50 (SD = 1,235) sebelum intervensi menjadi 3,30 (SD = 1,128) setelah intervensi, dengan rata-rata penurunan sebesar 6,20 poin (p < 0,001). Kesimpulan: Pada penelitian kecil tanpa kelompok kontrol ini, aromaterapi peppermint inhalasi berhubungan dengan penurunan yang signifikan pada skor emesis gravidarum. Temuan ini memberikan bukti awal yang mendukung penggunaan aromaterapi peppermint sebagai pendekatan komplementer, namun penelitian terkontrol serta pemantauan berkelanjutan terhadap keamanan ibu masih diperlukan sebelum intervensi ini dapat diterapkan secara rutin.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-07-15

Cara Mengutip

Deka Nona Novita, Kuswandi, A., Nurhayati, T., & Ariyanti, D. (2026). Pengaruh Aromaterapi Peppermint terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester Pertama: Studi One-Group Pretest–Posttest. Jurnal Persada Husada Indonesia, 13(3), 96–104. https://doi.org/10.56014/jphi.v13i3.509