Hubungan Pengetahuan dan Lama Menderita Hipertensi dengan Manajemen Perawatan Diri pada Pasien di Puskesmas Pakuan Baru, Kota Jambi: Studi Potong Lintang
https://doi.org/10.56014/jphi.v13i3.521
Kata Kunci
hypertension knowledge duration of hypertension self care management hipertensi pengetahuan lama menderita hipertensi manajemen perawatan diriAbstrak
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan lama menderita hipertensi dengan manajemen perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas Pakuan Baru, Kota Jambi.
Metodologi: Penelitian analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) ini melibatkan 100 pasien yang dipilih menggunakan teknik convenience (accidental) sampling. Karakteristik responden, tingkat pengetahuan tentang hipertensi, lama menderita hipertensi, dan manajemen perawatan diri diukur menggunakan kuesioner. Analisis deskriptif dilakukan dengan distribusi frekuensi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji chi-square Pearson yang dilengkapi dengan uji eksak Fisher–Freeman–Halton berbasis simulasi Monte Carlo karena beberapa sel memiliki frekuensi harapan kurang dari lima. Besarnya efek hubungan dilaporkan menggunakan nilai Cramér’s V.
Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62%), berpendidikan terakhir SMA/sederajat (48%), berprofesi sebagai ibu rumah tangga (42%), memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga (64%), telah menderita hipertensi selama 6–10 tahun (46%), memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (71%), dan menunjukkan manajemen perawatan diri yang cukup (70%). Tingkat pengetahuan berhubungan dengan manajemen perawatan diri (Pearson χ²(4) = 40,52; p < 0,001; exact p < 0,001; Cramér’s V = 0,45). Lama menderita hipertensi juga berhubungan dengan manajemen perawatan diri (Pearson χ²(4) = 10,22; p = 0,037; exact p = 0,025; Cramér’s V = 0,23), namun pola hubungan tersebut tidak bersifat linier. Kelompok yang telah menderita hipertensi selama 6–10 tahun memiliki proporsi terbesar dengan manajemen perawatan diri kategori cukup, sedangkan kelompok yang telah menderita hipertensi lebih dari 10 tahun memiliki proporsi terbesar dengan manajemen perawatan diri kategori rendah.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan lama menderita hipertensi berhubungan dengan manajemen perawatan diri pada sampel penelitian ini. Temuan dari desain potong lintang ini tidak dapat menunjukkan arah hubungan maupun hubungan sebab-akibat, sehingga lama menderita hipertensi yang lebih panjang tidak dapat diartikan secara langsung sebagai faktor yang meningkatkan manajemen perawatan diri. Program edukasi dan tindak lanjut perlu disesuaikan dengan tingkat pengetahuan serta kebutuhan manajemen perawatan diri pasien pada seluruh kelompok lama menderita hipertensi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 STIKES Persada Husada Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




