Perilaku Penggunaan Masker pada Petani Padi yang Terpapar Pestisida: Studi Kualitatif Berdasarkan Theory of Planned Behavior

https://doi.org/10.56014/jphi.v13i3.537

Penulis

  • Erwin Nur Rif'ah Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • Erzhya Zahra Aurora Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • Ayu Kusnugraha N Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • Pinaka Dya Ivena Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia
  • Risky Dwi Prasetya Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia

Kata Kunci

rice farmers mask usage pesticides inhalation pathway theory of planned behavior petani padi penggunaan masker pestisida jalur inhalasi theory of planned behavior

Abstrak

Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku penggunaan masker pada petani padi yang melakukan penyemprotan pestisida di Kelurahan Antirogo, Kabupaten Jember, berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB). Metodologi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dan dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2026. Sebanyak 11 informan berpartisipasi dalam penelitian ini, terdiri atas 10 petani padi sebagai informan utama dan 1 ketua kelompok tani sebagai informan kunci. Kejenuhan data tercapai melalui wawancara terhadap 10 informan utama, sedangkan informan kunci memberikan informasi kontekstual. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung selama proses penyemprotan pestisida, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil. Penelitian mengidentifikasi lima tema yang berkaitan dengan TPB yang mencakup 15 kategori, yaitu sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan, niat, dan perilaku. Secara umum, para petani menyadari manfaat penggunaan masker sebagai pelindung serta risiko kesehatan akibat paparan pestisida. Namun, banyak di antara mereka mengeluhkan rasa panas, kesulitan bernapas, dan ketidaknyamanan saat menggunakan masker. Dukungan dari keluarga dan rekan sesama petani masih lemah, sementara keterbatasan akses terhadap alat pelindung dan kondisi di lapangan turut menghambat penggunaannya. Selain itu, niat untuk menggunakan masker secara konsisten sering kali terganggu oleh berbagai hambatan situasional. Hanya dua informan utama yang menggunakan masker secara konsisten selama proses penyemprotan, sedangkan informan lainnya menggunakan masker secara tidak konsisten atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali. Kesimpulan. Keyakinan positif terhadap manfaat penggunaan masker saja belum cukup untuk menjamin perilaku perlindungan yang konsisten. Oleh karena itu, intervensi perlu mengintegrasikan komunikasi risiko yang efektif, penguatan norma yang mendukung dari keluarga dan rekan kerja, pengawasan di lapangan, serta penyediaan alat pelindung pernapasan yang nyaman dan sesuai dengan pedoman penggunaan pestisida.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

15-07-2026

Cara Mengutip

Erwin Nur Rif’ah, Erzhya Zahra Aurora, Ayu Kusnugraha N, Pinaka Dya Ivena, & Risky Dwi Prasetya. (2026). Perilaku Penggunaan Masker pada Petani Padi yang Terpapar Pestisida: Studi Kualitatif Berdasarkan Theory of Planned Behavior. Jurnal Persada Husada Indonesia, 13(3), 34–42. https://doi.org/10.56014/jphi.v13i3.537