Efektifitas Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Usia 3-5 Tahun di Klinik Pratama Rawat Inap Wijaya Husada

Wulandari, Nila Widya Keswara

  • Wulandari Wulandari ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang
  • Nila Widya Keswara ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/Brawijaya Malang
Kata Kunci: Kompres Hangat, Demam, Suhu Tubuh, Anak Usia Prasekolah, Penatalaksanaan Non-Farmakologis

Abstrak

Demam adalah kondisi yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat melebihi batas normal sebagai respons terhadap infeksi atau peradangan. WHO (2020) menyatakan bahwa anak dikatakan demam apabila suhu tubuh mencapai ≥ 38°C, diukur secara oral, aksila, atau rektal. Keadaan ini sering menjadi perhatian orang tua karena dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas anak. Anak usia prasekolah (3–5 tahun) lebih mudah mengalami demam karena sistem imunnya masih berkembang. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi farmakologis maupun intervensi non-farmakologis. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang direkomendasikan adalah kompres hangat, yang memfasilitasi perpindahan panas melalui vasodilatasi perifer (Nursalam, 2019). Sejumlah studi membuktikan bahwa kompres hangat efektif menurunkan suhu tubuh anak. Yulianti dan Astuti (2020) menemukan penurunan suhu yang signifikan setelah 15–30 menit pemberian kompres. Metode ini aman, mudah dilakukan, dan dapat diterapkan baik di rumah maupun di pelayanan kesehatan. Namun, penggunaan kompres hangat belum menjadi standar praktik di fasilitas primer seperti klinik pratama. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas kompres hangat dalam menurunkan suhu tubuh pada anak usia 3–5 tahun yang mengalami demam di Klinik Pratama Rawat Inap Wijaya Husada.

Diterbitkan
2025-07-24