Pengaruh Konseling Spiritual terhadap Thanathopobia Pasien HIV/AIDS di Lentera Minangkabau Padang Tahun 2024

Sandra Andini, Ari Sukma Nela

  • Sandra Andini Program Studi S1 Keperawatan Universitas Mitra Indonesia
  • Ari Sukma Nela Program Studi S1 Keperawatan Universitas Mitra Indonesia
Kata Kunci: Konseling Spiritual, Thanatophobia, Pasien HIV/AIDS

Abstrak

Thanatophobia merupakan salah satu gangguan kecemasan yang dapat dialami oleh pasien HIV/AIDS ketika mengetahui status penyakitnya yang dikaitkan dengan kematian. Oleh karena itu, dukungan holistik sangat diperlukan, termasuk dukungan dari sisi spiritual yang sering kali diabaikan. Salah satu bentuk dukungan spiritual adalah pemberian intervensi berbasis spiritual untuk membantu mengurangi tingkat thanatophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi spiritual terhadap tingkat thanatophobia pada pasien HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 orang dengan 12 orang kelompok intervensi dan 12 orang kelompok kontrol, teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini bertempat di Lentera Minang Kabau, waktu penelitian dilaksanakan selama 30 hari mulai dari 15 januari hingga 26 Februari 2025. Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor spiritualitas sebelum intervensi adalah 5,00 (SD 1,907), dan setelah intervensi meningkat menjadi 16,00 (SD 2,089), dengan nilai p=0,000 (p<0,05), menandakan adanya perubahan yang signifikan. Rata-rata skor thanatophobia pada kelompok intervensi adalah 2,333 (SD 2,387) dengan p=0,006, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 0,333 (SD 0,778) dengan p=0,166. Penelitian juga menemukan adanya pengaruh karakteristik responden terhadap tingkat thanatophobia. Kesimpulannya, intervensi spiritual terbukti efektif dalam menurunkan tingkat thanatophobia pada pasien HIV/AIDS dalam kelompok intervensi, namun tidak berpengaruh signifikan pada kelompok kontrol. Disarankan agar tenaga kesehatan, khususnya perawat, bekerja sama dengan tokoh agama dalam memberikan pelatihan spiritual yang lebih intensif dengan metode klasikal, disertai bimbingan, pemantauan, dan evaluasi.

Diterbitkan
2025-07-21