Terapi Bermain Puzzle Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Anak Prasekolah Dampak Hospitalisasi di Rumah Sakit Umum Santo Antonius Potianak
Yustina Riki Nazarius, Lydia Moji Lautan, Caroline Melodia Batari
Abstrak
Hospitalisasi dapat menyebabkan kecemasan pada anak prasekolah akibat lingkungan baru, tindakan medis, dan perpisahan dari orang tua. Kecemasan dapat menghambat proses penyembuhan dan membuat anak menjadi tidak kooperatif. Salah satu pendekatan non-farmakologis untuk mengatasi kecemasan adalah terapi bermain, salah satunya dengan menggunakan puzzle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kecemasan pada anak usia prasekolah yang mengalami hospitalisasi sebelum dan setelah terapi bermain puzzle. Penelitian ini menggunakan desain quasi- eksperimen dengan rancangan pre-test and post-test non-equivalent control group. Sampel terdiri dari 30 anak usia prasekolah yang dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen (diberikan terapi bermain puzzle selama 3 kali seminggu selama 30 menit) dan kontrol (tidak diberikan terapi). Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner SCAS (Spence Children's Anxiety Scale) sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum intervensi, 53,3% anak di kedua kelompok mengalami kecemasan sedang, dan 46,7% mengalami kecemasan berat. Setelah intervensi, seluruh anak (100%) di kelompok eksperimen berada pada kategori tidak cemas, sedangkan pada kelompok kontrol hanya 20% berada dalam kategori kecemasan ringan dan 80% masih berada pada kategori kecemasan sedang. Uji statistik menggunakan Independent Samples t-Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok. Terapi bermain puzzle efektif menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Intervensi ini dapat diterapkan sebagai terapi non-farmakologis di ruang perawatan anak.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##