Kebijakan Plagiarisme
Jurnal Persada Husada Indonesia (JPHI) berkomitmen untuk menjunjung tinggi integritas akademik dan etika publikasi ilmiah. Setiap naskah yang dikirimkan harus merupakan karya ilmiah yang orisinal serta bebas dari plagiarisme, fabrikasi data, falsifikasi data, publikasi ganda, dan segala bentuk pelanggaran etika penelitian maupun publikasi.
Orisinalitas Naskah
Penulis wajib memastikan bahwa naskah yang diserahkan:
- merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan, baik secara keseluruhan maupun sebagian, dalam bahasa atau media apa pun;
- tidak sedang dalam proses penilaian atau dipertimbangkan untuk diterbitkan pada jurnal atau penerbit lain;
- mencantumkan sitasi dan referensi secara tepat terhadap seluruh sumber informasi, gagasan, data, tabel, gambar, maupun karya ilmiah pihak lain yang digunakan;
- menggunakan kutipan dan parafrase secara benar sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
Segala bentuk plagiarisme, termasuk swaplagiarisme (self-plagiarism), merupakan pelanggaran etika publikasi dan tidak dapat diterima.
Pemeriksaan Kemiripan Naskah
Seluruh naskah yang diterima akan menjalani pemeriksaan tingkat kemiripan (similarity check) menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme sebelum memasuki proses peer review dan, apabila diperlukan, setelah proses revisi sebelum diterbitkan.
Dewan Editor tidak hanya mempertimbangkan persentase kemiripan, tetapi juga mengevaluasi sumber, konteks, dan sifat kemiripan yang teridentifikasi. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan kemiripan digunakan sebagai bahan evaluasi editorial dan bukan sebagai satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan.
Sebagai pedoman umum, naskah diharapkan memiliki tingkat kemiripan keseluruhan tidak lebih dari 20%, dengan kemiripan dari satu sumber tidak melebihi 5%, setelah mengecualikan daftar pustaka, kutipan langsung, frasa umum, dan bagian metodologi yang lazim digunakan. Batas tersebut merupakan acuan editorial dan tidak secara otomatis menentukan diterima atau ditolaknya suatu naskah.
Tindakan Editorial
Apabila ditemukan indikasi plagiarisme atau tingkat kemiripan yang signifikan, Dewan Editor dapat mengambil satu atau lebih tindakan berikut:
- meminta klarifikasi kepada penulis;
- meminta penulis merevisi naskah dan memperbaiki sitasi atau atribusi yang tidak sesuai;
- menolak naskah sebelum proses publikasi;
- menghentikan sementara proses penelaahan hingga investigasi selesai dilakukan;
- mencabut (retract) artikel yang telah diterbitkan apabila terbukti terjadi plagiarisme atau bentuk pelanggaran etika publikasi lainnya.
Dalam menangani dugaan pelanggaran etika publikasi, JPHI mengikuti pedoman dan alur penanganan kasus yang direkomendasikan oleh Committee on Publication Ethics (COPE).
Bentuk-Bentuk Plagiarisme
JPHI menganggap tindakan berikut sebagai pelanggaran etika publikasi:
- plagiarisme langsung (direct plagiarism);
- plagiarisme mosaik atau patchwork plagiarism;
- parafrase tanpa memberikan atribusi atau sitasi yang memadai;
- swaplagiarisme (self-plagiarism) atau publikasi berulang tanpa pengungkapan yang jelas;
- pengiriman atau publikasi ganda (duplicate submission dan duplicate publication);
- penggunaan data, gambar, tabel, atau materi berhak cipta tanpa izin atau tanpa atribusi yang sesuai;
- pencantuman atau penghilangan nama penulis yang tidak memenuhi kriteria kepengarangan (inappropriate authorship).
Tanggung Jawab Penulis
Penulis bertanggung jawab penuh atas keaslian, keakuratan, dan integritas naskah yang dikirimkan. Penulis juga wajib memperoleh izin tertulis untuk penggunaan materi yang dilindungi hak cipta apabila diperlukan.
Dengan mengirimkan naskah ke JPHI, seluruh penulis menyatakan telah membaca, memahami, dan menyetujui Kebijakan Plagiarisme serta Kebijakan Etika Publikasi yang berlaku di jurnal ini.





