Asuhan Keperawatan pada Bayi Baru Lahir dengan Resiko Tinggi Terjadi Infeksi Tali Pusat di RSUD Budhi Asih
Jesika Wirania Nukami, Fitria Prihatini
https://doi.org/10.56014/jphi.v9i34.346
Kata Kunci
New Borns Cord Care Cord Infection Risks Bayi Baru Lahir Perawatan Tali Pusat Resiko Infeksi Tali PusatAbstrak
Neonatus adalah bayi berumur 0 (baru lahir) sampai dengan usia 1 bulan sesudah kelahiran. Tali pusat merupakan tali penghubung yang memanjang dari umbilicus sampai ke permukaan fetal plasenta. Untuk mencegah agar tidak terjadinya infeksi pada tali pusat, penulis akan melakukan tindakan perawatan tali pusat. Tujuan dilakukan penelitian ini ialah untuk mengamati perawatan tali pusat, terhadap pencegahan agar tidak terjadi infeksi pada tali pusat. Dalam penilitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan intervensi, yaitu suatu penelitian untuk memberikan gambaran yang terjadi dilapangan.Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus yaitu melaksanakan asuhan keperawatan dengan memberikan intervensi kepada responden. Partisipan dalam penelitian ialah dua bayi dengan keluarga terutama ibu bayi dan perawat ruangan yang berbeda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pemeriksaan fisik, wawancara, observasi, dan status pasien dan uji keabsahan data ialah dengan triangulasi sumber data. Hasil dari asuhan keperawatan yang sudah dilakukan selama 3x24 jam pada kedua bayi baru lahir, ditemukan diagnosa yaitu resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan akibat pemotongan tali pusat, dan didemonstrasikan dengan perawatan tali pusat dengan cara keadaan steril, bersih dan diberikan alkohol 70% dilakukan setelah memandikan bayi, perawatan tali pusat dilakukan sebanyak 1 kali perhari efektif dalam mencegah terjadinya infeksi tali pusat. Kesimpulannya studi kasus yang dilakukan penulis menyatakan perawatan tali pusat sebanyak 1 kali perhari dengan cara keadaan steril, bersih dan menggunakan alkohol 70% dapat mencegah terjadinya infeksi. Saran untuk peneliti selanjutnya perawatan tali pusat dapat lebih dikembangkan lagi dan tetap menggunakan alkohol 70%.





