Dampak Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Diare Pada Bayi di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga

Listianingsih, Tri Sakti Widyaningsih

https://doi.org/10.56014/jphi.v10i37.370

Penulis

  • Listianingsih Listianingsih Universitas Widya Husada Semarang
  • Tri Sakti Widyaningsih Universitas Widya Husada Semarang

Kata Kunci

complementary feeding diarrhea incidence in infants 0-24 months pemberian MP-ASI kejadian diare pada bayi 0-24 bulan

Abstrak

Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak-anak kurang dari 5 tahun. Kelompok usia bayi adalah kelompok yang tinggi mengalami diare. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini dapat menimbulkan terjadinya gangguan pencernaan seperti diare. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunkan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 23 responden, saat dilakukan perhitungan Slovin mendapatkan jumlah 23 responden, kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah bayi usia 0-24 bulan dan ibu/ayah yang besedia menjadi responden. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji rank spearman. Pemberian MP-ASI dini pada bayi di Rumah sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga yang berusia < 6 bulan sebanyak 16 responden (69,6%) sedangkan yang memberikan MP-ASI sesuai umur atau ≥6 bulan sebanyak 7 responden (30,4%). Kejadian diare pada bayi di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga yang mengalami diare akut sebanyak 15 responden (65,2%) dan yang mengalami diare kronik sebanyak 8 responden (34,8%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pemberian MP-ASI dini dengan kejadian diare pada bayi di Rumah sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga (p value = 0,005).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-15

Cara Mengutip

Listianingsih, L., & Widyaningsih, T. S. (2023). Dampak Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Diare Pada Bayi di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga: Listianingsih, Tri Sakti Widyaningsih. Jurnal Persada Husada Indonesia, 10(37), 50–56. https://doi.org/10.56014/jphi.v10i37.370