Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi Pada Mahasiswa STIKes Persada Husada Indonesia
Dita Sri Wiji Nuraeni, Elwindra, Shella Olivia Arimbi
https://doi.org/10.56014/jphi.v11i41.395
Kata Kunci
Health Education Knowledge Preparedness Earthquake Disaster Penyuluhan Kesehatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Gempa BumiAbstrak
Bencana alam adalah sesuatu hal yang tidak terduga dan tidak diinginkan sehingga perlu adanya penyuluhan maupun pengetahuan terhadap penanganan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada Mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan one group pretest – posttest design. Pengumpulan data dilakukan di STIKes PHI pada bulan Juni – Juli 2023. Populasi seluruh mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI. Pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 44 orang. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan Uji-T dan uji chi- square. Hasil penelitian ini rata-rata pengetahuan kesiapsiagaan mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI dalam menghadapai bencana gempa bumi sebelum diberikan penyuluhan adalah 34,02 dan rata-rata pengetahuan kesiapsiagaan mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI dalam menghadapai bencana gempa bumi setelah diberikan penyuluhan adalah 81,55. Dari hasil penelitian ini jenis kelamin perempuan memiliki tingkat pengetahuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan hasil nilai P-value sebesar 0,021 (<0,05) yang berarti ada pengaruh yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan. Hasil penilitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan kesiapsiagaan dalam meghadapi bencana gempa bumi pada mahasiswa tingkat 1 STIKes PHI dengan nilai P-value 0,000 (<0,05). Diharapkan bagi Institusi dapat meningkatkan penyebaran informasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi secara langsung dengan mensosialisasikan pendidikan tentang kebencanaan gempa bumi dengan meningkatkan penyuluhan secara rutin dan menggunakan cara pelatihan atau simulasi kesiapsiagaan menghadapai bencana gempa bumi.





